Tip Bayar Cicilan Selama Masa Pandemi yang Bisa Dilakukan Pekerja Milenial

 

Ancaman resesi (penurunan ekonomi secara signifikan) akibat wabah COVID-19 masih membayang-bayangi masyarakat Indonesia. Sepanjang tahun 2020 saja, perekonomian negara sempat anjlok hingga minus 5,3%. Selain berdampak terhadap pelaku bisnis dan pegawai kantoran, situasi ini membuat orang-orang yang sedang mengambil pinjaman kesulitan membayar cicilan, terutama kalau mereka tak mengambil asuransi jiwa credit untuk jaminan angsuran jangka panjang.

Risiko yang ditimbulkan akibat resesi ini bisa dialami oleh siapa saja, salah satunya seperti pekerja milenial yang mungkin saja mengambil pinjaman atau kredit untuk membeli hunian (rumah petak atau apartemen), kendaraan pribadi, hingga bisnis.

 

Nah, supaya cicilan yang diambil lunas tepat waktu dan tidak mengalami kendala apapun, menerapkan beberapa tip ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

  • Prioritaskan kebutuhan pokok

Ketika menerima gaji, segera sisihkan untuk kebutuhan pokok seperti bahan baku makanan yang sehat, tagihan (termasuk untuk cicilan), dan perlengkapan kesehatan. Langkah ini terdengar simpel, tetapi masih banyak diabaikan oleh para pekerja milenial. Akibatnya, mereka malah terjerat utang lebih besar karena penghasilan dipakai untuk hal-hal yang kurang dibutuhkan.

  • Siapkan masakan sesuai porsi 

Memasak sendiri di rumah memang lebih sehat, tapi jangan sampai berlebihan. Selain menghasilkan sampah saat makanan tak habis, Anda juga akan boros dari segi finansial. Belilah bahan baku makanan sesuai jumlah anggota keluarga atau porsi yang dapat dihabiskan. Akan lebih baik lagi kalau Anda menanam sendiri beberapa sayuran dan tanaman untuk bumbu dapur.

  • Jangan sering pesan lewat aplikasi

Ketika sedang malas atau sibuk, memesan makanan lewat aplikasi menjadi langkah paling cepat untuk mengganjal rasa lapar. Meski praktis, terlalu sering melakukannya justru akan membengkakkan pengeluaran. Jadi, batasi pemesanan makanan melalui aplikasi, terutama kalau Anda masih memiliki bahan baku makanan yang dapat diolah sendiri.

  • Menggadaikan barang berharga

Harus membayar biaya perawatan atau ganti rugi dalam jumlah besar, sementara tenggat bayar cicilan semakin dekat? Sebelum mengambil pinjaman lagi, cek apakah ada barang berharga seperti logam mulia atau perhiasan yang bisa digadaikan. Langkah tersebut akan menyelamatkan Anda dari ‘tutup lubang, gali lubang’ yang hanya akan menciptakan utang lebih besar.

  • Gunakan asuransi yang sesuai

Asuransi tak akan membebani selama Anda memilih yang sesuai. Dalam hal ini, asuransi jiwa kredit sangat dianjurkan saat Anda mengambil pinjaman jangka panjang. Pasalnya, produk tersebut akan membantu keluarga secara finansial kalau yang tertanggung menghadapi risiko di tengah masa pelunasan angsuran, misalnya kecelakaan atau meninggal dunia.

 

Jenis pinjaman yang aman diambil saat pandemi

Menekan risiko sulit melunasi cicilan bisa Anda cegah sejak awal dengan memilih jenis pinjaman yang sesuai. Anda yang bekerja di perusahaan dapat mengambil pinjaman yang disediakan untuk karyawan. Prosedur yang harus diikuti lebih mudah dan biasanya menawarkan bunga lebih kecil, sehingga tak akan memberatkan angsuran Anda.

 

Kemudian, ada kredit multiguna dan KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang dari segi syarat hingga pencairan dana relatif praktis. Ada pula pinjaman online yang belakangan sedang diminati karena pencairan dananya sangat cepat. Namun, pastikan penyedia layanan yang dipilih sudah terdaftar di OJK.

 

Jadi, apa Anda sudah siap mengambil pinjaman dan menyiapkan antisipasi supaya lancar saat membayarnya?

Tinggalkan Balasan