Macam-Macam Perawatan untuk Skoliosis

Skoliosis adalah kondisi kelengkungan tulang belakang yang menyerupai huruf C atau S. Dilansir dari laman Healthline, keadaan ini biasanya mulai terjadi pada anak-anak atau remaja. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan skoliosis menimpa orang dewasa pula. Untuk itulah, penanganan skoliosis Indonesia memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Berikut adalah macam-macam perawatan untuk kondisi skoliosis:

1. Olahraga ringan

Menurut situs Healthline, orang dengan skoliosis ringan sering kali ditangani dengan olahraga ringan. Contoh olahraga yang sangat dianjurkan bagi penderita skoliosis adalah yoga. Pasalnya, senam ringan ini dapat mengurangi tingkatan nyeri sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh. Jenis olahraga ringan lain yang dapat dilakukan oleh penderita skoliosis adalah gerakan pelvic tilts (menaikturunkan panggul dengan posisi badan tidur telentang dan kaki ditekuk), arm and leg raises (mengangkat tangan kanan dan kaki kiri secara bersamaan dengan posisi tubuh tengkurap), cat-camel (salah satu variasi gerakan yoga dengan posisi lutut dan telapak tangan di lantai dan punggung dinaikturunkan), ataupun abdominal press (mengangkat kaki secara horizontal dengan posisi badan telentang).

2. Terapi fisik

Selain olahraga ringan, beberapa kasus skoliosis ringan memerlukan perawatan berupa terapi fisik. Satu contoh terapi fisik untuk skoliosis adalah gerakan peregangan yang dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh dan fungsi fisik. Selain itu, gerakan ini ternyata dapat meningkatkan aliran darah serta melumasi persendian, sehingga baik untuk menjaga kelenturan tubuh. Berbeda dengan olahraga ringan, terapi fisik biasanya perlu dilakukan dengan pengawasan tenaga medis atau terapis.

3. Memakai penyangga tubuh

Penyangga tubuh atau yang dikenal dengan scoliosis brace adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk mendukung tubuh serta menstabilkan bagian belakang tubuh. Pada beberapa kasus skoliosis ringan, alat ini bisa memperbaiki kelengkungan tulang belakang ke posisi normal. Namun, secara umum perangkat ini tidak diciptakan untuk mengembalikan kelengkungan tulang belakang, melainkan sebatas membantu menyanggah beban tubuh, membantu perbaikan kelengkungan tulang belakang, dan/atau menghambat pertumbuhan kelengkungan di tulang belakang.

4. Operasi

Bisa dibilang, perawatan satu ini merupakan pengobatan di tingkat teratas. Pasalnya, jumlah orang dengan kondisi skoliosis yang sampai harus dioperasi hanya sekitar 10 persen (John Hopkins Medicine). Untuk itulah, metode satu ini sangat tidak umum bagi penderita skoliosis. Secara umum, operasi skoliosis terbagi dalam dua jenis, yakni bone grafting dan spinal fusion. Bone grafting adalah tindakan bedah yang menambahkan tulang baru di sekitar area tulang yang melengkung. Sedangkan spinal fusion adalah tindakan bedah yang menggabungkan dua atau lebih tulang belakang untuk mengurangi kelengkungan.

Itu dia 4 macam perawatan untuk skoliosis. Penting diingat bahwa macam perawatan yang harus dilakukan oleh penderita skoliosis tidak hanya bergantung pada kondisi kelengkungan tulang belakang, namun juga pada keadaan fisik pasien tersebut. Jadi, tidak semua pasien skoliosis dengan tipe yang sama akan menjalani proses perawatan yang sama pula. Semoga informasi di atas cukup bermanfaat untuk Anda, ya.

Tinggalkan Balasan